Kalau kata orang-orang sih.. "nunggu apalagi? kan sudah sama-sama kerja, udah sama-sama dewasa.. jangan lama-lama lagi" !! dalem hati jawab : NUNGGU KAYA PAK BU.. Hahahahhaa (bercanda yaaaah)
Menurut gue menikah bukanlah hal yang mudah untuk dilaksanakan. Menyatukan 2 hati, 2 keluarga, 2 misi, 2 sifat, 2 kejelekan, 2 kelebihan dan kekurangan. Tambah lagi gue udah ngebayangin kehidupan setelah nikah nanti, nyuci baju gue sendiri aja beraaaaat ditambah lagi harus nyuci baju-baju diaaaa :'( . Belom lagi kalau nanti ada keluarganya yang ga suka sama gue, terus nanti kalau gue dilarang maen dilarang ini itu... (lebaaaaaaiiiiii). Tapi itu semua ada di batin gue cuma pada saat gue masih kuliah, kuuuuliiiiaaaaaaah. Seiring waktu gue nikmatin kesendirian hidup di kostan dan mulai kerja, kok berasa sepi banget yah hidup gue. Pulang kerja liatin tembok, bobok liatin bantal dan tembok lagi, bangun gue cuma ditemenin sama alarm dan bantal-bantal yang berserakan. OH NOOOOOO gue gamau selamanya begitu TITIIIIK.
FINE, gue tetap harus menikah dan gue NORMAL NOOOORMAAAAAL !! Umur gue sekarang 23 tahun, dan gue punya pacar namanya "Mas X" yang terkadang gue panggil "AA". Itu bukan merk suatu produk yah, tapi si pacar gue ini keturunan Sunda, oleh sebab dan karena itu gue pikir ga akan cocok gue panggil dia dengan sebutan "ABANG". Wajahnya juga ga pantes dipanggil abang, hehehehhe :*
Kami pertama ketemu tahun 2010 ga jauh dari "Kampus Tercinta", usut punya usut dia usaha buat deketin gue. Biasa lah yaaaa, cewek mah suka jual mahal, kalo ga begitu ga bakal bikin si cowok penasaran. hihihii
Gue waktu itu masih mahasiswa culun semester 3 atau 4 yah gue lupa, dan dia adalah seorang karyawan-karyawanan sebuah media. Ga perlu lah yah gue sebutin umurnya (yang pasti gue lebih muda, dan pas lah perbedaan umurnya hehehe)
Oke kembali lagi ke tema utama yaitu PERNIKAHAN. Lima tahun pacaran bukanlah waktu yang singkat. Dan semua orangtua pasti menginginkan melihat anaknya menikah dan hidup bahagia. Menurut gue itu sudah hukum alam, ada yang menikah, lahir, sampai pada akhirnya meninggal dunia. Gue suka mandangin foto si AA dan suka mikir, gue awalnya ga pernah kenal sama dia, terus sekarang gue mau nikah sama orang ini?? Ahh, sudahlah... bisa gila nanti kalo terus dipikirin.
Ini nyata loh, gue suka merenung sendiri di kostan dan tiba-tiba nangis terharu kalo udah ngebayangin nanti gue nikah. hahahaha lebai sih, tapi gue pikir ini normal kok. Awalnya kita dari dulu udah rencanain buat nikah di tahun 2015 di saat gue udah lulus kuliah dan kerja. Tapi tiba-tiba gue pengen tahun 2016, dan pada akhirnya sama-sama udah ga sabaran dan memutuskan mau dipercepat lagi. hahahaha *pasanganGalau
Di penghujung tahun 2014, AA berniat memboyong ibu dan adik-adiknya ke kampung gue. Niat utamanya sih cuma pengen liburan tahun baruan getoooo, tapi karena udah di sana yaaa kaaaaaan, si AA ngomong serius ke ayah. Niat baik sudah pasti disambut dengan baik lah yaaaa, malah ayah pengen dipercepat lagi *hiks, kan kudu ngumpulin duit dulu yaaaah :(
Sejak Januari, kita berdua udah mulai berpikir mau begini mau begitu. Karena anjuran dari orangtua, kakak, adek dan orang-orang yang sudah berpengalaman, semuanya harus dicicil jangan sampe nanti malah jadi beban. Setiap hari diwarnai dengan browsing ini dan itu, indah sih moment seperti ini. :) sampai ke honeymoon honeymoonan pun kita udah rencanain. Kalau kata AA, "masalah uang itu adalah rejeki. Ga ada salahnya semua direncanain dari sekarang, rejeki mah darimana aja dan udah diatur, jadi tenang aja". Sering lega sih kalau udah denger begitu, tapi tetep aja lah yaaaa cewek gitu loh kan ceweeeeek mikirnya banyaaaaak. takut ini takut itu, takut begini takut begitu :(
Gue sengaja gamau dulu motoin perintilan yang udah dibeli, takut pamali juga ah hehehehe.
Tanggal dan bulanpun gue masih berusaha untuk merahasiakan kecuali ke keluarga terdekat dan kantor. Kenapa kantor gue infoin dulu? Karena menyangkut cuti dan pekerjaan gue di bulan itu Harapan terbesar adalah moment indah itu akan menjadi moment pertama dan terakhir untuk kita. Semua bisa berjalan sesuai harapan.
Sedikit sharing aja yah, orang mau nikah itu ternyata beneran sensitif. Cenderung lebih gampang saling marah, debat, tapi gue rasa itu akan menjadi penghias dan cerita menareeeeeek.
Mohon do'anya yaaaaa :)
Rabu, 27 Mei 2015
Rabu, 01 Oktober 2014
Pengen ke Pulau Bali ?? Coba Lirik Dahulu Pulau Kecil Penghasil Timah Satu ini
Berjuta-juta
penduduk Indonesia seringkali mendambakan Pulau Dewata dan bermimpi untuk bisa
berlibur ke sana. Namun banyak sekali kendala untuk bisa menikmati keindahan alam
di sana :
1. Tiket pesawat yang mahal, mau “ngeteng”
juga males butuh waktu lama dan ujung-ujungnya duit habis di jalan.
2. Belom lagi biaya penginapan, makan, gaya
hidup, oleh-oleh,
3. And bla bla bla bla bla
Sudah saatnya kita
anak Indonesia mendambakan pulau-pulau kecil di negeri sendiri. Saya memiliki pilihan pulau untuk bisa Anda
jadikan tujuan wisata di masa liburan.
My hometown, Bangka Island !
Sudah pernahkan
kalian mendengar Pulau Bangka? Yaaaa, seperti biasa orang-orang pasti akan
menjawab “oooooh yang laskar pelangi itu ya?”
Saya tegaskan yah,
Pulau Bangka itu berbeda dengan Pulau Belitung meskipun dalam satu Provinsi
yaitu Kepulauan Bangka Belitung yang beribukota Pangkal Pinang. Dari Jakarta kalian bisa naik pesawat dengan
tujuan PangkalPinang (PGK). FYI, bandara di PangkalPinang namanya Bandara
Depati Amir.
Satu lagi yang
sering saya dengar “Bangka itu di Palembang yah”? TIDAK !!! dulu memang pulau
ini adalah bagian dari Sumatera Selatan, namun sudah lama kota kelahiran saya
ini memisahkan diri dari Sumatera Selatan dan membentuk Provinsi baru yaitu
Kepulauan Bangka Belitung. Mungkin sudah
bisa mandiri, hehehehe.
Untuk tiba ke
Pulau Bangka terdapat 3 jalur alternative, yaitu :
1. Pesawat Udara dengan tujuan PangkalPinang
2. Jalur Laut melewati Pelabuhan Tanjung Priok
dengan tujuan Pangkal Balam atau Pelabuhan Belinyu
3. Jalur Sumatera dari Pelabuhan Merak menuju
Bakauni (Lampung), kemudian lanjut jalur darat kurang lebih 12 jam sampai
Palembang, kemudian melanjutkan perjalanan dari Pelabuhan Bom Baru menuju
Pelabuhan Tanjung Kalian.
Untuk informasi
harga, silahkan searching sendiri yah di agen-agen travel. Sangat disarankan
agar tidak berlibur pada hari Raya karena harga tiket melonjak bisa lebih dari
100%. Di postingan kali ini saya hanya
focus pada apa saja sih yang ada di Pulau Bangka? Saran saya, sebelum sampai di Bangka
persiapkan mobil sewa agar kalian puas berkeliling ria di sana.
1. Parai Tenggiri Beach and Resort
Jembatan ini selalu menjadi tempat yang menarik untuk berfoto :
Jika Anda
pelancong yang sudah menyiapkan uang saku dalam jumlah besar, kalian juga bisa
menginap di Parai Beach Resort ini.
Dijamin kalian akan menikmati suasana malam di pantai yang indah nan
permai (hahahahhahahaa). Recommended
banget untuk pasangan yang baru menikah dan ingin menikmati bulan madu.
2. Pagoda di Pinggir Pantai
Pernahkan kalian
melihat sebuah tempat ibadah nan megah di pinggir pantai? Mungkin banyak, namun
tempat ibadah yang satu ini juga bisa dikatakan unik. Setali tiga uang (jika salah pribahasanya
mohon diperbaiki yah hehehe), untuk umat Buddha ini merupakan tempat yang
sangat cocok untuk Anda. Masih di Sungailiat,
terdapat kuil megah yang letaknya tidak jauh dari bibir pantai. Untuk menuju ke sanapun, kalian akan
disuguhkan dengan pemandangan pantai sepanjang jalan. Namanya sedikit unik “Pantai Tikus”, sesuai
dengan namanya memang tempat ini terpencil dari keramaian kota. Terakhir saya
ke sini, tidak ada tiket masuk alias gratis.
Penduduk sekitar
mengenal tempat ibadah ini dengan nama “Pagoda”. Bangunan yang sangat indah (menurut saya). Foto di bawa adalah patung-patung yang terdapat di dalam bangunan.
Ornamen-ornamen yang luar biasa keren...
3. Pantai Rambak
Tidak jauh dari
Pantai Tikus, terdapat juga satu pantai yang sangat indah dan masih sangat
bersih, yaitu “Pantai Rambak”.
Sesungguhnya pantai ini posisinya berdampingan dengan beberapa pantai,
salahsatunya Pantai Tikus. Terakhir saya
ke sini saat lebaran Idul Fitri kemarin, sudah ada tiket masuknya loh. Jangan
khawatir, karena sangat murah hanya kisaran Rp 3.000 – Rp 5.000/orang. Harga itu tidak akan cukup untuk membayar
keindahan pantai ini. hehehee
Pasir putih,
bebatuan besar, air laut yang bersih masih bisa kalian nikmati di sini. Tapi, tetap harus hati-hati jika ingin
berfoto di puncak bebatuan yah, jangan sampai liburan kalian menjadi suram
karena kecelakaan fatal. Satu lagi,
JANGAN TAKUT PANAS !!! hehehe
4. Pura Tanjung Bunga
Nah, ini dia
tempat ibadah satu lagi yang sangat menyerupai Pulau Bali. Terletak di Pangkalpinang, Pura ini dinamakan
“Pura Tanjung Bunga”. Kecil, sepi,
bersih, inilah yang terlintas di mata saya ketika tiba di sini. Ornamen yang mirip sekali dengan Pulau Bali.
Sejak beberapa
tahun belakangan, Pura ini dijadikan tempat wisata untuk para pelancong yang
datang ke Pulau Bangka. Kalian bisa
berfoto ria di beberapa titik di sini, namun tetap jaga sikap yah. Hargai bahwa
tempat ini adalah tempat ibadah.
Beruntung sekali
saya ketika ke sini dalam keadaan bersih (tidak datang bulan), karena tertulis
besar bahwa Wanita Haid dilarang masuk ke area ibadah. Jadi bagi Anda yang sedang haid, hanya bisa
mengambil foto dari luar saja.
Okay, empat lokasi di atas bisa kalian kunjungi
dalam waktu satu hari. Tempat-tempat di
atas baru merupakan sebagian kecil dari wisata di Pulau Bangka. Untuk lebih tahu, kalian bisa baca tulisan
saya berikutnya yah “Mengulik Kota Muntok di Ujung Pulau Bangka”.
Selasa, 03 Juni 2014
MY TRIP : NANGROE ACEH DARUSSALAM Negeri Serambi Mekkah
syubidu syubidu bidu bidu... Perjalanan kedua ke Banda Aceh. Begini ceritanya....
This is my second trip to Banda Aceh. Setelah perjalanan pertama yang kurang memuaskan, pada akhirnya saya dipercayai untuk kembali berangkat ke Aceh "alone". Seminggu sebelum keberangkatan, sempat dikagetkan oleh keputusan Bapak Direktur yang menyampaikan bahwa "Jenny, kamu berangkat ke Aceh sendiri, saya masih banyak pekerjaan di sini". Yeay !!! Segeralah diriku memesan tiket pesawat, hotel serta transportasi untuk di sana.
Tepatnya tanggal 20 Mei 2014 pukul setengah 6 saya sudah berada di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta. Menggunakan maskapai Garuda Indonesia, take off pukul 06.30 wib. Saat itu karena semua dibiayai oleh kantor, saya wajib menikmati perjalanan ini apapun kondisinya, hehehehe.
Biaya Tiket PP Jakarta - Banda Aceh - Jakarta : Rp 3.450.000,-.
Jika kalian memilih flight siang, kalian akan menempuh perjalanan selama 3 jam tanpa transit. Tapi berhubung saya memilih flight pertama, maka dengan senang hati kita transit terlebih dahulu di Bandara Kuala Namu, Medan selama 30 menit. Kalo kata pepatah, sekali dayung 2-3 pulau terlampaui hehehehe. 2 jam dari Jakarta - Medan, finally sampailah saya di Kuala Namu Airport.
Daripada diem sendirian di pesawat, dengan sangat PD saya berjalan-jalan ke dalam bandara dengan harapan bisa liat stasiun yang menyatu dengan bandara ini. Tapi nyatanya cuma numpang ke toilet doang, hahahaha.
Perjalanan berlanjut Medan - Banda Aceh selama kurang lebih satu jam setengah. Subhanallaaaaaaah, dua kali sudah menginjak tanah Aceh, grateeeeeesssss.... alhamdulillah ! Welcoooooooomeeeee, Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh.
Dan ini foto-foto ketika saya berada di pesawat, ingin rasanya tidur di atas awan nan indah.
Sampai di bandara, jemputan sudah menunggu satu jam yang lalu. See you again Bpk. Darman... Pe Habah?? hahahaha (mohon maaf jika salah, saya ingin bicara apa kabar dalam bahasa Aceh).
Sebelum serius bekerja besok harinya, saya ingin memanfaatkan waktu sebaik mungkin hari ini. Tiba di bandara, saya langsung diajak makan siang makanan khas Aceh yang menurut saya tinggi akan kolesterol. Tapi sungguh nikmaaaaaaat :)
Kelar makan siang, kami menuju Hotel Madinah di Jalan TGK Daud Beureueh No 1, Banda Aceh. Hotel bernuansa kental dengan Islam ini, melarang pasangan yang bukan suami istri untuk menginap di sini. Bahkan tamu yang berlainan jenis kelamin saja dilarang naik ke atas dan hanya diperbolehkan duduk di lobby. Luar biasa hebatnya.
Tarif hotel saat itu Rp 420.000/malam x 2 malam = Rp 840.000,-. Jangan khawatir jika Anda sekeluarga ingin menginap di sini. Kamarnya cukup luas dengan 2 tempat tidur.
Persoalan hotel sudah selesai, saya melanjutkan perjalanan keliling-keliling Banda Aceh yang konon ceritanya pemandangan di sini cantik luar biasa. Daaaaaan pada kenyataannya, sangat benar !!! Aceh kereeeeeeeeeen !!!!! masih saja kagum dengan kota ini. Tujuan pertama melewati Museum Tsunami dan Situs Tsunami Kapal PLTD Apung. Karena dulu sudah pernah masuk ke dalam, untuk sekarang ambil foto dari luar saja hehehee.
Dan ini PLTD Apung nya...
Karena sudah niat dari Jakarta, saya wajib mengunjungi Masjid yang diagung-agungkan dan sholat di sana. Alhamdulillah terkabulkan.
Masjid Baiturrahman..
Dan ini Pantai Uleu Lee... Keren banget, tapi di sini batas kunjungan hanya sampai magrib. Lewat dari itu, tidak ada lagi pasangan muda mudi yang masuk ke kawasan ini.
Dari Pantai Uleu Lee, kami meneruskan perjalanan ke Pantai Lhok Nga. Sepanjang jalan kenangan melihat gunung, bukit, hutan yang masih alami. Subhanallah...
Sebelum sampai di Lhok Nga, kami melewati satu pabrik semen yang menurut saya canggih coy hahahaha.
PT. Lafarge Cement Indonesia, kalau kalian suka lihat Semen Andalas, nah inilah dia pabriknya...
Kalau bahasa saya, ini adalah jembatan penghubung untuk si semen-semen itu menuju kapal di laut. Jadi di seberang pabrik adalah laut dan sudah siap kapal-kapal pengangkut semen. Jadi semua semen yang akan dikirim bisa berjalan sendiri dari pabrik menuju kapal lewat si jembatan ini. hahahaha (ga banget kalimatnya)
Tibalah kami di pantai yang sungguh luar biasa kerennya... Pantai Lhok Nga !
Kalau kata orang, belum lengkap kalau ke Aceh belum minum kopi Ule Kareng. Karena ga bisa minum kopi, maka saya hanya mengunjung tempat penggilingan kopi Ule Kareng yang menyatu dengan warung kopi. Ruaaameeeee dengan pemuda-pemuda duduk berkelompok minum kopi sembari mengobrol.
Dan ini dia bubuk yang sudah digiling halus... Kopi Ule Kareng dijual dengan harga Rp 85.000/kg.
Tidak minum kopi, yang penting bisa bawa pulang kopi untuk ayah tercinta di kampung sana... hehehehee
Okeeeee, hari ke 2 di Aceh fokus dengan pekerjaan. Tujuan saya ke sini memang buka untuk jalan-jalan melainkan kerja kerja kerja dan kerja. hehehehe
Hari ini saya ditugaskan untuk mendampingi Mr. Yamada Fuminori dari Kedutaan Jepang untuk melakukan survei lokasi yang direncanakan untuk membangun fasilitas mesin air bersih.
Saya sudah 1 tahun bekerja sebagai project officer/staff program di NGO yang berafiliasi dengan United Way Worldwide dengan nama Yayasan Mitra Mandiri Indonesia. Dan ini adalah salah satu rencana program yang sedang saya jalankan : Program Air Bersih untuk Desa Jiemjiem. Pada bulan November 2013, saya pernah mengunjungi Desa Jiemjiem untuk melakuka survei pengumpulan data-data yang dibutuhkan untuk penyusunan proposal. Kami bekerjasama dengan Yamaha Motor Nuansa Indonesia dan donornya adalah Kedutaan Besar Jepang. Setelah proposal di submit ke Japan Embassy, mereka ingin melakukan kunjungan untuk memastikan data-data yang kami serahkan. Dan sayalah yang ditugaskan untuk mendampingi.
Tujuan kami adalah Desa Jiemjiem yang letaknya di Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya - Aceh. 3 jam perjalanan dari Kota Banda Aceh, melewati jalan yang berliku berkelak kelok, cukup membuat saya pusing mual lemah lesu lunglai. Sampailah kami di tujuan. Foto di bawah adalah sungai irigasi yang namanya Bendungan Cubot. Sungai inilah yang nantinya akan dijadikan sumber air baku yang kemudian akan dikelola mesin air bersih Yamaha menjadi air minum.
Dan ini adalah salah satu sumber pendapatan masyarakat di Desa Jiemjiem, kakao talk ! hahahaha maksud saya kakao alias cokelat ! Selain petani, masyarakat di sini juga sebagian besar adalah peternak.
Mr. Yamada bersama bapak-bapak penduduk Desa Jiemjiem. Saya hanya motoin aja, ga sempat di foto hehehehhe.
Setelah puas mengunjungi Desa Jiemjiem, pekerjaan saya masih berlanjut yaitu bertemu dengan Direktur PDAM dan Camat Kecamatan Bandar Baru. Mengulik data-data persediaan air bersih untuk daerah ini, dan kami memperoleh itu semua. Bahagia ketika Mr. Yamada berkata "Saya puas" (dengan logat Jepang Indonesia nya).
Bapak Syamsul Bahri, Direktur PDAM untuk wilayah Pidie Jaya. Terime kaseh bapak sudah menerima kedatangan kami dengan ramah dan baik. Sampai bertemu lagi (Semoga).
Apalah artinya saya diantara mereka, tapi saya bangga ahahahahahhaha.
Di bawah adalah foto Mr. Yamada dengan Bapak Camat Kecamatan Bandar Baru. Kalian tau apa yang dia katakan? Sambil menunjuk foto SBY, Mr. Yamada mengatakan "foto ini sebentar lagi akan digantikan dengan wajah Jokowi atau Prabowo". hahahahahahahaha
Waaaaah, ini yang motoin ga mengerti saya banget yah :( ini entah karena ngantuk beneran, atau laper atau memang itu gaya imut?? hahahahahhaa
Di kantor camat saya menemukan ini saudara-saudara, Asbak guedeeeee... Kata Pak Camat, asbak ini dibuat pada saat sibuk-sibuknya eKTP. Karena banyaknya warga yang datang, merokok dan membuang puntung rokok sembarangan, timbullah ide membuat asbak besar ini. Keren yah, kreatif ! hehehehee
eeeiiiiiitttssssss, ada foto yang tertinggal... Ini gedung Garuda Theatre di Banda Aceh, kalo ga salah ini bekas bioskop, kaaaalo ga salaaaaaaaaaaahhhhhh.
Sampailah di penghujung perjalanan, hari ketiga saya harus pulang ke Jakarta. Kembali bekerja, bikin laporan, dan kembali ke Kota Metropolitan yang sangat macet ini.
Terime kaseh semuanya yang sudah menemani perjalanan saya selama di Aceh. Saya akan selalu ingin kembali ke kota kalian.
See you soon ! :)
Langganan:
Postingan (Atom)













